.

SERTIFIKASI ASESOR KOMPETENSI

 

Lisensi BNSP – Badan Nasional Sertifikasi Profesi

Mencetak Asesor Kompetensi yang berlisensi Nasional

Terbatas Hanya untuk 25 Peserta !

It is not the strongest or the most intelligent who will survive but those who can best manage change. – Charles Darwin

Dengan dimulainya MEA pada akhir tahun 2015 telah terjadi banyak perubahan, termasuk dalam persaingan di dunia industri. Agar bisa bersaing dengan tenaga kerja asing maka setiap tenaga kerja Indonesia diharapkan memiliki sertifikasi profesi.

Dalam proses sertifkasi profesi pemerintah membutuhkan banyak asesor. Asesor adalah seseorang yang berhak melakukan asesmen terhadap suatu kompetensi, sesuai dengan ruang lingkup asesmennya.

Materi pembelajaran bagi calon asesor kompetensi untuk kompetensi metodologi asesmen ini dibuat mengacu pada pelatihan asesor kompetensi yang telah ditetapkan oleh BNSP Badan Nasional Sertifikasi Profesi sebagai satu-satunya badan sertifikasi profesi di tanah air.

Dan dalam workshop ini akan diajarkan bagaimana Menyiapkan Uji Kompetensi Bagi Karyawan serta Teknik Menguji Kemampuan Karyawan.

Pada akhir sesi pelatihan akan diadakan Real Asessmen untuk menilai kompetensi peserta dan Proses Sertifikasi Asesor Kompetensi
(Lisensi BNSP Badan Nasional Sertifikasi Profesi)

Manfaat bagi peserta :

1. Berhak melakukan assessment secara nasional yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang merupakan satu-satunya badan sertifikasi profesi di Indonesia.
2. Memberikan keahlian dalam uji kompetensi di perusahaan maupun diluar perusahaan
3. Mampu membuat materi uji (MUK)
4. Mampu membuat grade promosi jabatan

Latar Belakang :

Menyongsong ASEAN Free Trade Area (AFTA) yang merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta menciptakan pasar regional, dimana persaingan Sumber Daya Manusia juga termasuk di dalamnya, maka diperlukan suatu Skema Sertifikasi bagi Karyawan Perusahaan agar bisa berkompetisi dengan Sumber Daya Manusia Asing, khususnya di regional ASEAN.

Siapa yang harus ikut :
Manager, Supervisor, Professional, Praktisi & Pemerhati SDM, Instruktur, Trainer, Konsultan HR, Pengajar, Dosen, Guru dll.

Materi & Agenda

Hari ke-1

  • Sesion 1 Pengantar tentang BNSP Badan Nasional Sertifikasi Profesi
  • Sesion 2 ASESOR
  • 2.1 Pendahuluan
  • 2.2 Hak dan Kewajiban Asesor
  • 2.3 Kompetensi Asesor
  • 2.4 Prosedur menjadi Asesor Kompetensi LSP Lembaga Sertifikasi Profesi
  • 2.5 Kedudukan Asesor dalam sertifikasi
  • 2.6 Sistem UJK Uji Kompetensi di LSP Lembaga Sertifikasi Profesi
  • 2.7 Peran Asesor dan Kandidat
  • 2.8 Kesalahan Umum yang sering dibuat Asesor
  • 2.9 Kode Etik Asesor LSP
  • 2.10 Pelatihan Materi Asesor

 

Hari ke -2

  • Sesion 3 STANDAR KOMPETENSI & SKKNI Standar Kompetesi Kerja Nasional Indonesia
  • 3.1 Pendahuluan
  • 3.2 Standar Kompetensi
  • 3.2.1 Jenis-jenis Standar Kompetensi
  • 3.2.2 SKKNI
  • 3.2.3 Bentuk Standar Kompetensi
  • 3.2.4 Ciri-Ciri Pokok Standar Kompetensi (Ringkasan)
  • 3.2.5 Tinjauan Model Dasar Kompetensi
  • 3.3. Pelatihan Materi SKKNI
  • Sesion 4 KONSEP CBT/CBA Competency Based Training
  • 4.1 Pendahuluan
  • 4.2 Tuntutan Industri dan Perubahan Ketrampilan SDM
  • 4.3 Competency Based Training/Assessment (CBT/CBA)
  • 4.4 Asesmen
  • 4.4.1 Bukti – Bukti
  • 4.4.2 Jenis-Jenis Asesmen
  • 4.4.3 Prinsip-Prinsip Asesmen
  • 4.4.4 Aturan Pengumpulan Bukti
  • 4.4.5 Dimensi Kompetensi
  • 4.5 Pelatihan Materi CBT/CBA

 

Hari ke-3
  • Sesion 5 PERENCANAAN DAN PENGORGANISASIAN ASESMEN (TAAASS401C )
  • 5.1 Pendahuluan
  • 5.2 Units Kompetensi
  • 5.2.1 Menentukan pendekatan asesmen
  • 5.2.2 Mempersiapkan rencana asesmen
  • 5.2.3 Kontekstualisasi dan pengkajian rencana asesmen
  • 5.3 Jenis-jenis metode asesmen
  • 5.4 Pra-Asesmen
  • 5.5. Pelatihan Materi POA (TAAASS401C )
  • Sesion 6 PENGEMBANGAN PERANGKAT ASESMEN (TAAASS403B )
  • 6.1 Pendahuluan
  • 6.2 Unit – Unit Kompetensi
  • 6.2.1 Menentukan Fokus perangkat Asesmen
  • 6.2.2 Menentukan kebutuhan perangkat asesmen
  • 6.2.3 Merancang dan mengembangkan alat asesmen
  • 6.2.4 Meninjau dan menguji alat asesmen
  • 6.3 Pelatihan Materi DAT (TAAASS403B )

 

Hari ke-4

  • Sesion 7 MELAKSANAKAN ASESMEN KOMPETENSI (TAAASS402C)
  • 7.1 Pendahuluan
  • 7.2 Unit – Unit Kompetensi – LSP-Lembaga Sertifikasi Profesi
  • 7.2.1 Menciptakan dan memelihara lingkungan asesmen
  • 7.2.2 Mengumpulkan bukti bermutu
  • 7.2.3 Mendukung calon asesi melalui proses asesmen
  • 7.2.4 Membuat keputusan asesmen
  • 7.2.5 Merekam dan melaporkan keputusan asesmen
  • 7.2.6 Mengkaji ulang proses asesmen
  • 7.3 Umpan Balik
  • 7.4 Pelatihan Materi AC (TAAASS402C )
  • Sesion 8. Pra – Real Asesmen

 

Hari ke-5
  • Sesion 9. RA (Real Asesmen / Uji Sertifikasi Asesor Kompetensi )

 

Tanggal Pelaksanaan :
26 – 30 Desember 2016

Durasi :
5 (lima) hari
Pkl. 08.00 – 20.00 WIB

Peserta wajib membawa laptop/notebook

Fasilitator :
Master Asesor Lisensi BNSP

Biaya Investasi :
Rp. 4.500.000,-/ peserta
(Biaya termasuk : Makan & Coffee break, Materi Training dalam bentuk Soft Copy, Sertifikat Asesor Kompetensi – Lisensi BNSP)

Pembayaran transfer ke BCA :
No. Rek. 481 113 4362
An. Susanti

Lokasi Pelatihan :
STIE IPWIJA – Jl. Tebet barat dalam VI/39 Jakarta Selatan

Info Pendaftaran Hubungi :

Jefry 0888-1913-466

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelatihan Asesor